• Status Order
  • Telp.: 085643965987
  • SMS/WA: 085643965987 / 08985012483 (fast respone)
  • Line : asconline
  • BBM : 5F364A31
  • info@komputermurahjogja.com
Terpopuler:

Microsoft Rilis Ulang Windows 10 October 2018 Update

11 Oktober 2018 - Kategori Blog

Microsoft Rilis Ulang Windows 10 October 2018 Update

KomputerMurahJogja.com – Microsoft kembali merilis Windows 10 October 2018 Update setelah mereka tarikitu karena adanya masalah.

Perusahaan software itu mengatakan hanya sedikit pengguna yang terkena masalah itu, untuk lebih tepatnya, seperseratus dari satu persen pengguna.

 

“Kami telah menyelidiki beberapa laporan tentang kehilangan data, mengidentifikasi dan menyelesaikan semua masalah dalam update itu dan kami telah melakukan validasi internal,” kata Director of Program Management for Windows Servicing and Delivery, John Cable.

Sekarang, Microsoft kembali merilis Windows 10 October 2018 Update untuk para Windows Insiders sebelum mereka meluncurkan update itu pada semua pengguna Windows.

“Kami akan meneliti hasil, saran dan data diagnostik dari Insiders kami sebelum mengambil langkah untuk kembali meluncurkannya ke masyarakat luas,” kata Cable, lapor The Verge.

Tampaknya, bug yang menyebabkan data terhapus terjadi pada para pengguna yang membiarkan Known Folder Redirection untuk menata ulang folder seperti desktop, dokumen, gambar dan screenshot dari lokasi default.

Pada update, Microsoft memperkenalkan fitur menghapus folder duplikasi dan juga folder kosong. Sayangnya, tampaknya folder yang dihapus tidak selalu kosong.

Windows Insiders, komunitas pengujian Microsoft, memang telah menyadari akan masalah ini sebelum update dirilis.

Microsoft mengakui hal ini sehingga mereka memutuskan untuk membuat beberapa perubahan terkait alat pemberi masukan untuk Windows 10. Dengan begitu, para Windows Insiders akan bisa memberitahukan seberapa parah dampak sebuah bug.

“Kami telah menyediakan fitur bagi pengguna untuk memberikan indikasi dari dampak ketika mengisi User Initiated Feedback,” kata Cable.

“Kami rasa, ini akan memungkinkna kami memonitor masalah terparah dengan lebih baik ketika jumlah masukan sedikit.”

sumber : metrotvnews